Me and My Glasses II

Kacamataaa~ 8) Kehidupan bersama kacamata pertama saya pun akhirnya segera dimulai. Oh iya baru ingat, sebenarnya pertama kali bertemu kacamata itu saya memang sangat menyukainya. Namun sebaliknya, sesudah saya mendapatkan kacamata itu saya tidak terlalu mempedulikannya. Bukannya tidak suka, tapi saya terlalu malas menggunakannya baik di sekolah maupun di rumah. Mungkin karena belum terbiasa (tapi mau gak kebiasa sampe kapan cobaaa). Palingan dipake pas belajar di sekolah aja itu pun pas bagian catat mencatat.😛 Di rumah juga makenya pas main PS atau nonton TV. Yah pokoknya orang tua saya tidak suka dengan saya yang seperti ini. Berhubung saya jarang memakainya, tuh kacamata sering ditaroh di kantong baju kalo di sekolah. Kalo di rumah sering ditaroh di meja makan. Sering tertinggal di rumah saat ke sekolah sehingga merepotkan orang rumah untuk mengantarkannya ke sekolah. Sering juga membuat saya menangis kalau ketinggalannya saat-saat ulangan harian (susah baca soal di papan tulis).

Nasib kacamata itu juga tidak terlalu baik. Saya sudah berkali-kali memecahkannya.😐 Pas dibenerin minta dituker yang plastik eh malah ditakut-takutin sama mbaknya dengan bilang gini kurang lebih “Kalo pake yang plastik ngrawatnya harus hati-hati, ngelapnya harus satu arah. Gak boleh taroh di sembarang tempat, misalnya kayak di kantong itu gak boleh dsb dst dll dkk.” Gila aja nih orang kok kayaknya tau saya banget ya? Sudah terbiasa dengan dunia dagangkah? Ilfil, jadinya pake kaca lagi hingga kesekian kalinya ntah sudah berapa kali pecah saya gak pernah ngitungin. Ah iya, pernah juga tuh kacamata ketinggalan di sekolah setas sekolah saya juga, =_= saya pulang nenteng apa ya hmm…


Hingga suatu saat, pas kelas 8 (saya masih langgeng dengan kacamata pertama lohh, ya walopun kisahnya gitu dan tetep makenya pas diperlukan saja), perbuatan buruk saya terhadap kacamata saya selama ini dibalas oleh Tuhan! O_O Saat saya membuka mata, masih dalam keadaan mengantuk dengan posisi tidur, samar-samar saya melihat sosok bulan bersinar dibalik tebalnya awan hitam. Keren, bulan terlihat terang dan berwarna.. PUTIH!? OMG sejak kapan bulan warna putih? Lagian ngapain saya kebangun di luar? Mosok saya tidur di luar? Bukannya seharusnya saya tidur di kamar? Sesek. Sesek. Asma saya kumat. Sudah mulai dalam keadaan sadar kemudian saya duduk sambil melihat keadaan sekitar. Swt, kebakaran. Api berkobar tepat di sebelah kiri saya yang sedang memanggang meja dan.. kacamata saya T_T ditambah HP. Hwaaaa!!! T 0 T Bulan yang saya lihat itu lampu! Dan awan hitam itu asap yang tebal! Saya tidak di luar, karena saya benar-benar di kamar. Untung saja lampunya putih, kalau kuning mungkin saya akan menganggapnya itu benar-benar bulan? Dan terpangganglah saya bersama kacamata saya? Pergi ke akhirat bersama? Tidak mauuu masih banyak RPG yang ingin saya tamatkan, haha. Selamat tinggal kacamata, selamat tinggal.

Besoknya (ato beberapa hari kemudian ya? Rada lupa) saya berkunjung ke optik kenalan lagi seperti biasa (mau di mana lagiii). Kali ini benar-benar tidak ada kacamata yang saya suka. Sesuatu memang terasa menjadi sangat berharga saat perpisahan terjadi, pikir saya saat itu. Padahal sebelumnya saya menyepelekannya, tapi sekarang saya mencarinya. Memang tidak mungkin, tapi saya berusaha mencari yang mirip seperti dirinya. Tapi sudah tidak ada. Sama sekali tidak ada lagi yang mirip sedikitpun dengannya. Tidak ada. Tidak ada. Tidak ada. Saya pasrah. Saya mempersilakan ibu saya memilihkan sebuah kacamata untuk saya. Saya terima saja dan saya tinggal menentukan warnanya. Memangnya mau bagaimana lagi. Sedang ngedrop sangat barusan kehilangan sahabat.

Oke, kacamata kedua saya. Berwarna maroon. Cuma satu warna. Modelnya? Palingan model yang lagi in saat itu ya (yah biasalah ibu-ibu)? Model yang tidak saya suka. Dan satu hal lagi, masih pake kaca loh. Minus saya juga belum berubah(?), bagus.:mrgreen:

10 responses to “Me and My Glasses II

  1. Sekarang masih pakai kacamata yang kedua?:mrgreen:

    Dan itu… kebakaran kenapa? o_o

  2. Biasa lah. Lilin.😐 Saya lupa matiin lilin pas mati lampu n tidur gitu aja. Lilinnya gak jatoh kok, cuma abis. Langsung dah apinya nyebar ke sekitar. Gara2 tempat lilin sialan. Bentuknya ya kyk tempat lilin biasa terbuat dari susunan manik2 yang katanya kristal? Tapi meleleh ya, swt.

    Kacamata kedua? Sekarang? Wah wah, ini belum ending loh. Mari kita lihat episode selanjutnya.😛

  3. Oalah.😮 Harus hati-hati itu lain kali…

    Saya sudah ganti kacamata berapa kali ya.😕

  4. Kalau saya tidak hati2 hingga sekarang, berarti siapa yang nulis kecerobohan saya di atas.😛

    Berapa kali? Ayo diitung.🙂

  5. Berarti sudah hati-hati…

    Saya empat kali kalo nggak salah. Rata-rata keganti karena ketiban/keinjek pas tidur/bangun tidur.😛

  6. Hanya dapat berusaha, bukan penentu.

    Keinjek!?😯 Kacamatanya ditaroh di lantai ya. Ohh pasti kacamatanya berjalan menuju kaki minta diinjek.

  7. Ohh pasti kacamatanya berjalan menuju kaki minta diinjek.

    Oho,, jadi kacamata-nya rindu dengan sentuhan kaki xaliber,, begituh?😮
    **digebuk karna meninggalkan komen spam**

    Oho,, baik,, saia nantikan episode kacamata anda selanjutnya….:P **dilempar**

  8. Mari kita tunggu konfirmasi dari ybs~

    Episode selanjutnya ya.. hm.

  9. Itu biasanya kelupaan dilepas, copot, terus jatuh ke bawah.:mrgreen: Secara nggak langsung dia ngejar kaki.😕

  10. Saya belum rep komen di sini ternyata.😯
    MAAF. LUPA.:mrgreen:

    ….
    Berarti dia tidak betah bersama Anda dan lebih memilih bunuh diri dengan Anda sebagai perantaranya.😐
    Turut berduka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s