Me and My Glasses III

……………………………………….

…………………………………………………………………………….

……………..

……………………………………….

…………………………………………………………..

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………
Tidak. Saya tidak membuat halaman khusus untuk catatan bebas. Hanya.. saya sedang berpikir mengapa saya gagal mendapatkan ending bahagia! Padahal sebelumnya saya pikir saya sudah menemukan good ending, dan hanya tinggal masalah waktu untuk menulisnya.

Sebenarnya sebelum sampai pada tulisan ini, Me and My Glasses III harus diselesaikan dulu. Oleh sebab itu saya akan mencoba menulis seperti biasa.

***

Me and My Glasses III

Yayy untuk pertama kalinya menggunakan lensa kontak cukup sama saat menggunakan kacamata. Ya, tidak betah. Tubuh saya merasa menciut karena jarak antara mata dan lantai serasa menjadi lebih dekat dari pada biasanya. Jadi saat saya melangkah untuk pertama kalinya menggunakan lensa kontak, *BLEK* hampir nyungsep dengan sedikit oleng. Kalo gak pake lensa kontak, misalnya saat berjalan di jalan yang datar tiba-tiba saat masih dalam keadaan berjalan, tanpa disadari ada satu jenjang turun sekitar 5-10 cm. Yaa begitulah rasanya.

Namun, membiasakan diri menggunakan lensa kontak ini tidak sesulit membiasakan diri saat pertama kali menggunakan kacamata, setidaknya bagi saya.:mrgreen:

Saat saya kembali ditawari kacamata baru dalam rangka lebaran, tentu saya terima (kenapa tidak?). Kali ini tidak di optik kenalan maupun optik rekomendasian, yang berarti optik sembarangan. Dan lagi-lagi tidak ada yang saya suka.😐 Saya pun memilih dengan sembarangan.

Oke, kacamata ketiga dengan model tidak tahu (saya ngerti apa sih tentang model), warna keseluruhannya coklat, dengan lensa bening yang kali ini dari plastik.😛 Saya iseng nyoba yang plastik soalnya kalau tidak dicoba bagaimana bisa tahu kenyataannya. Dan kali ini.. kali ini.. gawat! Gara-gara saya menipu (menipu loh, bukan ditipu) habis-habisan saat mata saya dicek, saya divonis minus tiga. T_T Saya minta cek ulang tapi tidak ditanggapi.. Ntah tidak terdengar atau memang tidak dipedulikan pokoknya saya kesal dan tidak mau tahu lagi.

Pada akhirnya? Ya dibeli lah. Malu kalo ngga jadi. =_= Kan rutenya di optik itu, milih kacamata dulu baru diperiksa matanya. Oh, saya juga memutuskan bahwa saya akan tidak mau tidak bakal tidak ingin ke optik itu lagi.

Hm, kacamata kedua sepertinya belum punya cerita ya. Kacamata kedua yang berwarna maroon itu… Walaupun tidak berkesan dan meninggalkan banyak sejarah, walau ada si lensa kontak maupun kacamata ketiga, kacamata kedua tetap bersama saya menjadi primary. 8) Tapi tidak dapat saya pungkiri bahwa kacamata kedua, ketiga, maupun lensa kontak itu, ada yang dapat menyaingin kenyamanan yang saya dapatkan pada kacamata pertama saya.

Jadi saya hanya dapat terus menggunakan kacamata kedua hingga kehidupannya berakhir karena ikatannya putus (bukan ikatan batin maupun ikatan benang merah, tapi ikatan lensa dengan kacamata. Ini sudah berakhir belum sih? Saya dah malas ngurusnya). Walau lensanya lebih sering pecah dan retak memecahkan rekor kacamata pertama, namun akhir hidupnya pun tidak sanggup menggerakkan hati saya untuk memberi kesan bahwa, “saya butuh dia”. Toh saya masih ada kacamata ketiga dengan minus tiga itu. Farewell aja dah kacamata kedua~ Bye2~

15 responses to “Me and My Glasses III

  1. Sejauh ini ada tiga kacamata dan satu lensa kontak. Ada berapa kacamata sih?:mrgreen:

  2. Lha, kacamata baru lagi? Beli yang kayak punyanya Apple aja, pasti keliatan kayak orang jenius.:mrgreen:

  3. Arr,,,, saia cuma jadi ketigax……. T___T

    Ahh,, kontak lens?
    Melihat orang saat memasangnya saja sudah bikin saia bergidik,,
    karna gerakannya seolah” akan ‘mencolok’ mata sendiri…… >_____<

    **bikin nyali orang ciut aja**
    **dikuliti**

    =))

  4. @Xaliber von Reginhild:
    … Berapa coba.😛 Entry setelah ini udah ending kok. Ya kalo gak ada perubahan. Lagi lemes nulis. Dan masih karena mata..
    HWAAAAA
    *meluk nBLa* T_T

    @p4ndu_454kura®:
    Waw. Ngomong2 kacamata di Suiko yang mana sih yang bagusan.. Apple ngga lah. ~_~

    @nBLa:
    Masang? Justru masangnya itu bagian yang termudah menurut saya loh!:mrgreen: Dibandingin nyopotnya.😯 Kalo matanya masih dalam keadaan basah, pas nyopot itu justru dah kyk ngubek2 mata. Grr..

  5. banyak amat koleksi kacamatanya…. emang di padang stok kacamatanya kurang yah? ampe banyak amat…. wakakakaka..

    hohohoho….. baca komen nBla.. jadi inget seseorang yang matanya sakit karena pake kontak lens dan matanya kering, jadi kontak lens-nya bikin mata agak gimana gitu…..

    hati2 aja pas nyopotnya… wekekekek….

  6. Saya di Padang ya? Hoo..
    Koleksi? Bukannya di cerita terakhir yang saya tulis itu *nunjuk2* saya hanya memegang satu kacamata yang merupakan kacamata ke.. tiga.:mrgreen:

    Lensa kontak sebaiknya memang dihindari.
    Makenya setaun sekali misalnya buat lebaran (keburu kadaluarsa).

  7. Koleksi kacamata!!! Berapa lama yg dibutuhkan saat pertama pasang lensa kontak? satu jam?

    Hidup mata sehat!

  8. Waktu pertama kali make?
    Dipasangin. 8)

    Kalo pertama kali masang sendiri.. hm… gak sampe lah sejam. Mungkin lebih kurang 10 menit. ^^;;


    Mata yang gak sehat juga masih hidup kok..

  9. Setuju dengan Dins! Bisa jadi mata tidak sehat lebih baik dari yg sehat (Begitulah pas saya pertama kali pake kacamata)

    Kontak Lens berguna untuk melihat sekaligus cosplay lhhooo

  10. @Dins: memang disana kan, swarnadwipa bagian barat….

    Selama itukah memakai kontak lens?
    *untung mata gw masih sehat

  11. kacamata??

    saya udah abis 5 biji dalam 6 tahun…patah semua gara2 maen basket =))

  12. saya udah habis 4 dalam setaun.

    patah semua gara-gara diinjek…!!!

    I give up with glasses…!!!

  13. Kacamatanya Jabba di Suiko I. Keren, tuh!:mrgreen:

  14. humm…
    kacamata?
    gara-gara mata minus 10 dan tentunya minus saya amat progresif sehingga dapat dipastikan dalam 6 bulan minus saya sudah bertambah😀, dari pertama pake kacamata sampai sekarang, habis sekitar hmm..

    .

    .

    .

    10 kacamata?
    mungkin sih~
    sekarang, masih ada 1 kacamata utama dan 1 cadangan..:mrgreen:

  15. @Adriano Minami:
    Saya gak pernah bilang kalo mata yang tidak sehat lebih baik dari mata yang sehat loh.
    *iri sama yang matanya masih sehat*

    @aroe:
    Itu untuk perdana! Kalo dah biasa ya sebentar banget kok. Langsung PLEK! gitu.:mrgreen:
    Kalo nglepasnya baru tuh.. megelno.. BEGUBEGGUBEG.

    @Los Idiota:
    Berarti kalo gak maen basket gak bakal jatuh korban donk..
    Ternyata olahraga basket meminta korban kacamata!

    @:3:
    Jangan nyerah sama kacamata laa~
    Menyerahlah dengan yang menginjak kacamata tsb! Gara2 dia toh jadi remuk semua..

    @p4ndu_454kura®:
    Hadohh..

    @ichihana:
    Wah wah 10? @_@
    Itu gimana rasanya kalo kacamatanya dilepas..
    BTW. Sekarang saya juga make satu kacamata (msa tiga?), bersama dua kacamata cadangan dan tidak lupa pula satu jenazah.😐

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s