7 Juni 2010

LAPORAN KEGIATAN

UKFF UNP, Unit Kegiatan Film dan Fotografi Universitas Negeri Padang, mengadakan rekruit anggota baru dimana UK ini sendiri juga baru. Perekrutan tersebut wajib melalui dua sesi penyaringan yaitu diklat ruangan lalu lapangan.

Pada diklat ruangan, diadakan penjabaran macam-macam mengenai film, fotografi, dan jurnal, tidak lupa dengan sesi tanya jawab.

Untuk diklat lapangan, calon anggota dibagi menjadi dua kelompok dengan cara pembagian: calon angota diperintahkan melingkar kemudian menyebutkan angka satu lalu sebelahnya dua dan berulang lagi dari satu. Yang mendapat angka satu lalu berkelompok sesama angka satu, begitu pula dengan dua. Setelah kelompok sudah terbagi menjadi dua dan sudah menentukan nama kelompok masing-masing yaitu kelompok “Pitih” dan “Forfil”, diperintahkan untuk membuat suatu event yang eye catching pada tanggal 7 Juni 2010 dengan pembagian wilayah sekitar FMIPA untuk Forfil dan sekitar rektorat lama untuk Pitih.

Setelah diberi waktu untuk brainstroming tiap kelompok, masing-masing kelompok melaporkan kegiatan yang akan dilaksanakannya. Kelompok Forfil akan melakukan teatrikal, sedangkan Pitih akan melakukan pameran sosial.

***

H-1 event. Kelompok Pitih mulai mendisplay tempat sejak sore hingga malam dan sebagian hingga pagi. Sedangkan kelompok Forfil tidak terdeteksi, kabarnya baru mulai mendisplay pada pagi hari di hari H.

Hari H, Senin, 7 Juni 2010, sekitar rektorat. Kelompok Pitih sudah memulai pameran sosialnya dengan display penuh kardus. Dengan pintu masuk disambut dengan sebuah jenazah wanabe yang memang sangat eye catching. Lalu untuk display dalam, dipenuhi dengan foto-foto sosial seperti pengemis, orang gila, tempat pembuangan sampah, dan foto-foto lainnya tertempel di dinding-dinding kardus. Juga puisi-puisi yan tertulis pada karton manila yang juga ditempelkan pada dinding kardus. Tak lupa karton-karton manila kosong tertempel dan spidol yang disediakan untuk respon-respon dari pendatang yang berkunjung. Setelah keluar, akan disambut dengan buku tamu dan sebuah ‘guci antik’ untuk menampung sumbangan bagi yang rela. Penulis sendiri baru sadar bahwa ia tidak menyumbang.

Acara kelompok Pitih berlangsung seharian mulai dari pagi hingga menjelang maghrib dengan kualitas dan kuantitas pengunjung yang memuaskan melebihi 100 pengunjung dari berbagai kalangan. Mulai dari siswa SD, SMP, SMA, mahasiswa, dan umum. Pandangan penulis pribadi, acara ini sangat pantas dikatakan sukses. (IMO-AFAIK)

***

Di seberang sana, sekitar wilayah FMIPA lebih tepatnya di samping perpustakaan pusat Universitas Negeri Padang, kelompok Forfil usai mendisplay langsung mengadakan teatrikal yang serba gelap. (FYI: penulis lebih banyak menghabiskan waktu di stand kelompoknya sendiri [baca: Pitih] sehingga tidak dapat meliput stand kelompok Forfil untuk lebih lanjut apalagi detail).

SELESAI

PROFIL KELOMPOK PITIH

Nama Pitih dicetuskan oleh ketua yang bernama Dedi Safrianda dengan alasan, “kita butuh piti!”. Pengangkatan ketua sendiri berawal dari dirinya sendiri yang mengusulkan (sayangnya bukan mengusulkan diri) cara pemilihan ketua dengan cara pemutaran pena dan berakhir berputar menunjuk siapakah pena tersebut? Dan yak, voila! Dedi Safrianda menjadi manusia beruntung yang dipilih sendiri oleh pena tercintanya.

Kelompok Pitih terdiri dari beberapa orang but AFAIK

Dedi Safrianda, mahasiswa baru (2009) FE UNP. As you know di atas. Sudah sedikit terbaca dari paragraf sebelumnya. Orangnya ya begitu. Tapi siapa yang menyangka kalau begitu itu pekerja keras. Dia rela mendisplay stand Pitih hingga pagi bersama beberapa rekannya. Yang paling berkesan yaitu saat dia tidur sore di dalam stand karena kelelahan padalah status stand masih open. Sehingga ada pengunjung yang iseng dan mencoret pipi ketua yang sedang tidur dengan spidol seperti pipi Uzumaki Naruto.

Andhika Herlanda, mahasiswa baru (2009) FBSS UNP. Nih anak banyak nggak hadirnya! No comment, semakin dekat dengan seseorang, semakin spicles mau komentar apa. Yang jelas tampangnya saja yang lesu n meles mulu tapi nyatanya ketakilan.

Asrin Ganesco, MABA juga dari FE UNP. Tidak terdeteksi jelas. Satu hl yang jelas, ybs teman Dedi.  Bukan tipe pendiam, bukan juga tipe ribut. Di mata penulis, ybs masih dikategorikan sebagai manusia biasa.

Deni Desva Hendri, MABA juga sama dengan atas. Dikategorikan penulis sebagai makhluk pendiam. Bahkan penulis sempat lupa makhluk ini yang mana. Namun setelah diingatkan Egy, barulah ingat.

Meri Maryati, sepertinya juga s.d.a. Nona yang terlihat super sibuk dengan perkuliahannya. Tapi dia menyempatkan datang pada H-1 sore untuk mendisplay stand.

Peggi Murdani, MABA juga dari jurusan sebelah penulis (masih FBSS). Orang yang kalau bicara menggunakan “aku” sebagai kata ganti orang pertama. Berniat mengangkat cerita yang ditulisnya sendiri menjadi sebuah film indie yang utuh.

Prima Leoni, mahasiswa yang seangkatan dengan penulis. Tertarik dengan dunia film. Ingin membuat film animasi dengan bergabungnya ia di UKFF.

Sherly Adra Pratiwi, MABA FE UNP yang hanya kuliah tiga hari dalam seminggu. *penuis iri* Hal itu disebabkan ia memadatkan jadwal perkuliahannya sepadat-padatnya. *penulis tetap iri*

***

Semakin kebawah, komentarnya semakin sedikit, pertanda mood penulis sudah tidak berapi-api lagi untuk menulis. Maka diakhiri saja dengan mengucapkan permohonan maaf pada semua pihak yang terkait maupun tidak. Termasuk TERIMA KASIH BANYAK!

PS: no pic = hoax? Whatever.


TERTANDA

PENULIS (?)

(ditulis pada 26 Juni 2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s